JAKARTA - Munculnya sosok Ganjar Pranowo dalam tayangan Azan Maghrib di televisi swasta menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir.
Ada yang melihat peristiwa tersebut sebagai politik identitas, ada juga yang menyangkalnya dan banyak juga yang mendukungnya.
Namun, menurut sejumlah pakar, tayangan azan yang menampilkan sosok Bacapres Partai Perindo tersebut tidaklah melanggar aturan dan bukan politik identitas.
BACA JUGA:
Lantaran dari sisi peraturan-perundangan, tidak ada yang dilanggar oleh Ganjar Pranowo karena saat ini bukan masa kampanye.
Peneliti komunikasi politik Institut Salemba School Effendi Gazali mengatakan bahwa Ganjar sebagai WNI memiliki hak melakukan hal tersebut. Menurutnya hal ini hanya soal kreativitas.
Effendi Gazali mengusulkan variasi tayangan azan bisa dilakukan dengan memunculkan sejumlah tokoh nasional dan ulama lain.
Senada dengan Effendi Gazali, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menilai kemunculan Ganjar di tayangan azan magrib tidak masalah karena bermuatan dakwah yakni mengajak orang untuk salat apalagi yang tampil adalah seorang tokoh yang merupakan bakal calon presiden.
Saksikan berita lengkapnya di Program Konspirasi Prabu di Youtube iNews sore nanti.
(Furqon Al Fauzi)