Demonstrasi tersebut berujung ricuh dimana masyarakat melakukan penyerangan terhadap Kantor BP Batam. Aparat kepolisian yang melakukan penjagaan pun ketika itu ikut menjadi sasaran dari pedemo.
"Ada peristiwa pada saat keluar penyerangan terhadap BP Batam perkantoran yang kemudian mau tidak mau itu harus kita cegah. Terjadi juga penyerangan terhadap anggota. Saat itu kita hanya bertahan, sehingga kemudian ada anggota yang terluka," kata Sigit di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2023).
Menurut Sigit, dalam proses penyampaian aspirasi, perwakilan dari massa pedemo sudah diterima oleh BP Batam untuk melakukan komunikasi.
(Fahmi Firdaus )