Memiliki paras cantik membuat Heldy cepat populer. Fotonya yang memakai busana khas Tenggarong lengkap dengan sanggul cepol di atas dan tusuk kembang goyang pernah menghiasi sampul majalah Pantjawarna. Heldy juga terpilih menjadi bagian dari barisan Bhinneka Tunggal Ika di Istana Negara dalam rangka penyambutan tim Piala Thomas pada 1964.
Dari situlah pertemuannya dengan Soekarno terjadi. Keduanya memutuskan pada 1966. Kala itu, Soekarno berusia 65 tahun sementara Heldy Djafar berusia 18 tahun.
Sayangnya usia pernikahan mereka hanya bertahan dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto. Heldy sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Soekarno bertahan. Soekarno hanya ingin dipisahkan oleh maut.
Akhirnya, pada 19 Juni 1968, Heldy yang berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor, pria keturunan dari Kerajaan Banjar. Kala itu, Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno wafat. Soekarno tutup usia pada 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun.
Pada 19 Juni 1968, ketika Heldy berusia 21 tahun menikah lagi dengan pria keturunan Kerajaan Banjar, Gusti Suriansyah Noor. Dia tengah dalam keadaan hamil tua ketika mendengar kabar mengenai wafatnya Soekarno pada 21 Juni 1970.
Demikianlah kisah Heldy Djafar, istri terakhir Presiden Soekarno yang Meninggal pada 2021.
(RIN)
(Rani Hardjanti)