Kota Ende
Kota Ende merupakan tempat yang dipilih untuk mengasingkan Soekarno selama 4 tahun mulai dari 1934 hingga 1938. Kota ini terletak di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kali ini alasan Soekarno diasingkan karena bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), dimana dirinya kemudian diasingkan setelah menempuh perjalanan laut 8 hari dan kemudian diasingkan di salah satu rumah kecil bersama dengan keluarganya.
Selama diasingkan pergerakan Soekarno sangat diawasi secara ketat oleh pemerintah Belanda. Namun karena kota tersebut sepi dan jarang dihuni penduduk membuat Soekarno yang terbiasa berinteraksi dengan banyak orang merasa frustasi.
Tidak mudah menyerah Soekarno menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan berdialog dengan warga sekitar. Sehingga dirinya mampu mendapat inspirasi baru dalam menentukan formulasi Pancasila.
Bengkulu
Setelah menghabiskan 4 tahun di Kota Ende, kemudian Soekarno dipindahkan ke rumah pengasingan di Bengkulu dari tahun 1938 hingga 1942.
Di kota pengasingan inilah sosok Soekarno dapat menemukan cinta barunya yaitu ibu Fatmawati. Di kota inilah Soekarno menikah dengan Fatmawati, dan kemudian dikaruniai oleh lima orang anak.
Berastagi
Kemudian di tahun 1948, Soekarno kembali diasingkan di wilayah Berastagi yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Selatan. Kali ini alasan Soekarno diasingkan akibat Belanda melakukan Agresi Militer II.
Namun bukan karena dianggap membahayakan penjajah Belanda, namun alasan Soekarno diasingkan demi keselamatan dan keamanan dari serangan Belanda. Soekarno diasingkan bersama beberapa tokoh lain seperti Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim, selama 12 hari.
Pulau Bangka
Setahun setelah pengasingan di Berastagi, Soekarno kembali diasingkan pada tahun 1949 di Pulau Bangka tepatnya di Kota Muntok. Dalam pengasingan kali ini Soekarno menyusul Wakil Presidennya yaitu Bung Hatta yang sudah lebih dulu diasingkan.
Kali ini alasan Soekarno diasingkan, usai Perang Dunia II saat Belanda kembali datang ke Indonesia sesudah proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan. Tujuan Belanda saat itu kembali menduduki Indonesia, dan menganggap Soekarno dan tokoh pendiri lain sebagai halangan, oleh karena itu mereka diasingkan.
Boven Digoel
Penjara Boven Digoel, merupakan salah satu penjara dengan lokasi yang sangat terpencil dan memiliki kondisi yang cukup miris. Kemungkinan kecil untuk bisa kabur dari penjara tersebut.
Berlokasi di Pulau Papua tahanan yang berada di Boven Digoel saat itu juga terancam dengan penyakit malaria yang dapat membahayakan nyawa mereka, oleh karena itu penjara ini menjadi salah satu penjara yang paling banyak ditakuti oleh para pejuang Indonesia.
Namun Soekarno dan beberapa tokoh lain seperti Bung Hatta dan Sutan Syahrir kabarnya pernah diasingkan di wilayah ini.
Demikian rentetan penjelasan mengenai berapa kali Soekarno pernah dipenjara, dan beberapa penjara yang pernah disinggahi Soekarno baik sebagai tahanan politik maupun tempat Soekarno diasingkan untuk dilindungi.
(Khafid Mardiyansyah)