JAKARTA - Dikenal sebagai bapak pendiri bangsa, pada masa perjuangan Soekarno nyatanya pernah masuk penjara beberapa kali. Tepatnya berapa kali Presiden Soekarno masuk penjara?
Soekarno merupakan presiden pertama Republik Indonesia. Di Sepanjang hidupnya beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, pantang menyerah, dan tidak takut dalam melawan penjajah.
Soekarno kerap dianggap menjadi ancaman bagi kaum penjajah belanda, sehingga dirinya kerap dijadikan tahanan politik dan diasingkan hingga sering kali berpindah ke beberapa tempat perasingan.
Setidaknya sepanjang hidupnya Presiden Soekarno pernah masuk penjara dan diasingkan sebanyak 7 kali, di tempat-tempat yang berbeda. Berikut pembahasan lebih lengkap tentang penjara yang pernah disinggahi Soekarno.
Lapas Banceuy
Penjara yang terletak di Kota Bandung ini identik dengan penangkapan pertama Soekarno saat beraktivitas di PNI dan dituduh ingin menggulingkan pemerintahan belanda. Dirinya ditangkap di Yogyakarta pada tahun 1929 bersama tiga orang temannya Maskoen, Soepriadi Nata, dan Gatot Mangkoepradja.
Setidaknya Soekarno mendekam di lapas Banceuy selama 8 bulan, di sel nomor 5 berukuran 1,5 x 2,5 meter berisi kasur lipat dan toilet non-permanen. Kehidupan Soekarno di dalam sel dihabiskan untuk menyusun pledoi berupa tulisan yang ditujukan untuk pergerakan Indonesia merdeka, yang berjudul Indonesia Menggugat.
Lapas Sukamiskin
Lapas sukamiskin menjadi penjara kedua yang dihuni oleh Soekarno. Penjara ini awalnya dibangun pada tahun 1918, yang berfungsi untuk menahan kaum intelektual yang melakukan kejahatan akibat bertentangan dengan pemimpin Belanda.
Alasan Soekarno ditahan dalam penjara akibat konflik politik yang dianggap bertentangan dan akan membahayakan pemerintahan Belanda. Saat di sukamiskin Soekarno ditempatkan di sel 233 yang terletak di atas tangga besi di lantai 2, dengan panjang sel 15 ubin dan lebar 12 ubin.
Kehidupan Soekarno di dalam penjara suka miskin yang dihabiskan selama 2 tahun merupakan masa-masa yang cukup berat, karena dirinya dilarang melakukan komunikasi dengan dunia luar. Berbagai cara dilakukan oleh Inggit istri Soekarno mulai dari mengirim pesan melalui cangkang telur hingga pesan tersembunyi pada buku agama.
Hingga akhirnya Soekarno dibebaskan pada Desember 1931, dan melalui penjara ini menjadi saksi bisu lahirnya buku Indonesia Menggugat.
Kota Ende
Kota Ende merupakan tempat yang dipilih untuk mengasingkan Soekarno selama 4 tahun mulai dari 1934 hingga 1938. Kota ini terletak di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kali ini alasan Soekarno diasingkan karena bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), dimana dirinya kemudian diasingkan setelah menempuh perjalanan laut 8 hari dan kemudian diasingkan di salah satu rumah kecil bersama dengan keluarganya.
Selama diasingkan pergerakan Soekarno sangat diawasi secara ketat oleh pemerintah Belanda. Namun karena kota tersebut sepi dan jarang dihuni penduduk membuat Soekarno yang terbiasa berinteraksi dengan banyak orang merasa frustasi.
Tidak mudah menyerah Soekarno menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan berdialog dengan warga sekitar. Sehingga dirinya mampu mendapat inspirasi baru dalam menentukan formulasi Pancasila.
Bengkulu
Setelah menghabiskan 4 tahun di Kota Ende, kemudian Soekarno dipindahkan ke rumah pengasingan di Bengkulu dari tahun 1938 hingga 1942.
Di kota pengasingan inilah sosok Soekarno dapat menemukan cinta barunya yaitu ibu Fatmawati. Di kota inilah Soekarno menikah dengan Fatmawati, dan kemudian dikaruniai oleh lima orang anak.
Berastagi
Kemudian di tahun 1948, Soekarno kembali diasingkan di wilayah Berastagi yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Selatan. Kali ini alasan Soekarno diasingkan akibat Belanda melakukan Agresi Militer II.
Namun bukan karena dianggap membahayakan penjajah Belanda, namun alasan Soekarno diasingkan demi keselamatan dan keamanan dari serangan Belanda. Soekarno diasingkan bersama beberapa tokoh lain seperti Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim, selama 12 hari.
Pulau Bangka
Setahun setelah pengasingan di Berastagi, Soekarno kembali diasingkan pada tahun 1949 di Pulau Bangka tepatnya di Kota Muntok. Dalam pengasingan kali ini Soekarno menyusul Wakil Presidennya yaitu Bung Hatta yang sudah lebih dulu diasingkan.
Kali ini alasan Soekarno diasingkan, usai Perang Dunia II saat Belanda kembali datang ke Indonesia sesudah proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan. Tujuan Belanda saat itu kembali menduduki Indonesia, dan menganggap Soekarno dan tokoh pendiri lain sebagai halangan, oleh karena itu mereka diasingkan.
Boven Digoel
Penjara Boven Digoel, merupakan salah satu penjara dengan lokasi yang sangat terpencil dan memiliki kondisi yang cukup miris. Kemungkinan kecil untuk bisa kabur dari penjara tersebut.
Berlokasi di Pulau Papua tahanan yang berada di Boven Digoel saat itu juga terancam dengan penyakit malaria yang dapat membahayakan nyawa mereka, oleh karena itu penjara ini menjadi salah satu penjara yang paling banyak ditakuti oleh para pejuang Indonesia.
Namun Soekarno dan beberapa tokoh lain seperti Bung Hatta dan Sutan Syahrir kabarnya pernah diasingkan di wilayah ini.
Demikian rentetan penjelasan mengenai berapa kali Soekarno pernah dipenjara, dan beberapa penjara yang pernah disinggahi Soekarno baik sebagai tahanan politik maupun tempat Soekarno diasingkan untuk dilindungi.
(Khafid Mardiyansyah)