Kisah Puluhan Serdadu Jepang Digorok dan Mayatnya Dibuang di Kali Bekasi

Awaludin, Jurnalis
Kamis 28 September 2023 06:01 WIB
Monumen Kali Bekasi (foto: dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Pada masa revolusi, terlebih lagi saat umur republik ini baru sekira tiga bulan, hampir semua kelompok yang memiliki senjata api dan tajam punya aturan sendiri. Mereka enggan tunduk pada instruksi pemerintah pusat.

Bekasi adalah salah satu kawasan yang tergambarkan itu. Justru, Bekasi dikenal sebagai “tempat berkumpulnya” para jago dan kombatan revolusioner yang ingin unjuk diri. Unjuk diri yang cenderung ingin balas dendam, terutama kepada Jepang.

Catatan kelam masa revolusi di Bekasi salah satunya adalah Insiden Kali Bekasi. Tepatnya pada Oktober 1945, sekira 90 serdadu Kaigun (Angkatan Laut Jepang) dibantai di tepi sungai dekat Stasiun Bekasi ini.

Kronologi singkatnya berkisah saat 19 Oktober 1945, datang satu rangkaian kereta api (KA) dari arah Stasiun Jatinegara dengan tujuan Subang. Seperti dikutip dari buku ‘KH Noerali: Kemandirian Ulama Pejuang’, rencananya puluhan serdadu Kaigun itu akan dipulangkan melalui jalur udara dari Kalijati, Subang.

Tapi saat melintas Stasiun Bekasi, rangkaian KA tersebut dicegat. Meski sudah menunjukkan surat jalan yang bertanda tangan presiden pertama RI, Soekarno, sekelompok personel Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pimpinan Letnan Dua (Letda) Zakaria tetap melakukan sweeping (penggeledahan).

Padahal, sebelumnya Letda Zakaria juga sudah menerima instruksi dari komandannya, Mayor Sambas Atmadinata, akan ada rombongan KA pemulangan tentara Jepang. Namun, Letda Zakaria keukeuh akan tugas pokoknya untuk tetap melakukan pemeriksaan pada setiap KA yang lewat Stasiun Bekasi.

Saat dilakukan penggeledahan, sebuah tembakan meletus dari pihak Jepang. Sontak masyarakat sekitar turut mengepung rangkaian KA. Puluhan tentara Jepang itu pun sempat ditahan di sebuah tempat di seberang Kali Bekasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya