Tempat ini pula menjadi tujuan bagi para pencari ilmu agama. Hal ini yang dikisahkan pada buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati.
Pada tradisi Hinduisme, tahapan seseorang belajar dan mengkaji ilmu dengan cara tinggal bersama para brahmana dinamakan Brahmacarin. Pada tradisi Hindu - India, seseorang anak yang berusia 10 - 12 tahun dititipkan ibu bapaknya kepada kaum brahmana untuk berguru selama kurang lebih 12 tahun lamanya.
Di karysan Pawitra itulah, Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendidikan ilmu ajaran agama, yoga, mitologi dewa - dewa, juga ilmu duniawi, seperti ilmu pemerintahan, hukum, politik kerajaan, strategi perang dan mungkin juga dasarnya geografi nusantara. Gajah Mada memperoleh bimbingan mental dan jiwa yang cukup memadai di karysan Pawitra.
Gajah Mada kecil hidup di tengah kaum resi dan para pertapa yang hidup sederhana dan senantiasa mendekatkan diri kepada Dewata Agung. Gajah Mada diperkirakan memperoleh pendalaman maknanya semasa ia tinggal di Pawitra.
3. Ki Ageng Jabung
Petilasan Jabung di Mojokerto juga diyakini sebagai tempat Gajah Mada bertapa dan belajar ilmu kesaktian. Kata 'Jabung' dikenal sebagai 'kedung' atau dalam bahasa Indonesia berarti cekungan sungai yang berisi air.