Tak gentar Jenderal Nasution malah bersiap keluar kendari langkahnya dihalangi Sunarti. "Jangan Nas," ucap Sunarti kepada Nasution ditirukan oleh Yanti.
Sementara pasukan tersebut mulai menggedor-gedor pintu menggunakan senjatanya. Lantaran tak kuasa menahan hasrat, Jenderal Nasution membuka pintu dan langsung peluru dari salah seorang pasukan Tjakrabirawa melesat dan hampir melukai Sunarti.
Rentetan suara tembakan terus terdengar sementara Sunarti meminta suaminya untuk bersembunyi. "Sudah Nas kamu selamatkan diri, kamu yang dicari," ucap Sunarti ditirukan Yanti.
Kegaduhan yang terjadi membangunkan nenek serta tantenya Yanti. Nenek panik dan menangis histeris dan diketahui oleh para pasukan Tjakrabirawa.
Kemudian, Sunarti bergerak cepat menitipkan anaknya yang berusia lima tahun, Ade Irma Suryani ke tante Mardiah -adik dari Jenderal Nasution-. Itu dilakukan karena Sunarti berupaya membantu suaminya untuk bersembunyi menyelamatkan diri.
Sayangnya Mardiah membuka salah satu pintu karena panik. Ketika pintu dibuka ternyata sudah ditunggu pasukan Tjakrabirawa. Beberapa kali letusan terdengar, 'dor, dor, dor,'. Peluru panas yang berasal dari senjata api Tjakrabirawa mengenai Mardiah dan Ade Irma Suryani.
Situasi semakin tak terkendali, dan Sunarti kembali menutup dan mengunci pintu yang dibuka Mardiah. Tubuh Ade Irma Suryani berlumuran darah.
Sunarti pun terus bersikeras kepada suaminya Jenderal Nasution agar segera pergi bersembunyi. "Nas, kamu selamatkan diri, karena kamu yang dicari, kalau kita-kita kan enggak dicari,' jadi selamatkan diri," kata Sunarti ditirukan Yanti.
Jenderal Nasution akhirnya mendengar apa yang dikatakan istrinya. Jenderal Nasution akhirnya melompati pagar samping rumahnya dan bersembunyi di belakang drum besar yang ada di pekarangan Kedutaan Besar (Kedubes) Irak.