Inilah Sosok Istri yang Diceraikan Soekarno karena Ogah Dimadu

Alifia Zahra Kinanti , Jurnalis
Senin 02 Oktober 2023 17:01 WIB
Soekarno dan Inggit/Tangkapan layar media sosial
Share :

JAKARTA – Sosok istri yang diceraikan Soekarno karena ogah dimadu, akan dibahas dalam artikel ini secara lengkap.

Kisah percintaan Soekarno selalu menjadi perbincangan publik dari waktu ke waktu. Diketahui, Soekarno telah menikah sebanyak sembilan kali. Mantan istri kedua Soekarno, memang namanya tidak sepopuler Fatmawati yang merupakan sosok ibu negara pertama Indonesia.

Mantan istri kedua Soekarno adalah Inggit Garnasih yang dinilai memiliki peran besar dalam kehidupan Soekarno. Inggit Garnasih lahir pada tanggal 17 Februari 1888 di Desa Kemasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Semasa remaja, Inggit telah menjadi kembang desa dikampungnya. Banyak sekali pria yang berusaha untuk mendekatinya dan mencuri hatinya.

Inggit pernah dipersunting oleh Nata Atmaja seorang Patih di Kantor Residen Priangan. Akan tetapi, pernikahan Inggit dengan Nata tidak berlangsung lama karena keduanya memutuskan untuk bercerai. Setelah itu Inggit menikah lagi dengan Haji Sanusi yaitu seorang pengusaha yang aktif di Sarekat Islam.

Pada mulanya pernikahan Inggit dengan Sanusi berjalan dengan baik- baik saja sampai akhirnya Inggit bertemu dengan Soekarno di Bandung. Soekarno pada saat itu sedang menempuh pendidikannya di Hoogeschool te Bandoeng (TH) yang sekarang lebih dikenal dengan nama ITB.

Inggit dalam menjalin hubungan rumah tangganya dengan Sanusi sering ditinggal karena terlalu sibuk. Pada saat itu, Soekarno sudah memiliki istri yang bernama Siti Oetari. Pada akhirnya Soekarno memutuskan untuk memulangkan Oetari ke rumah orang tuanya di Surabaya dan ia secara baik-baik menceraikannya, begitu pula Sanusi yang menceraikan Inggit.

Akhirnya, Inggit dan Soekarno menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Bandung. Sejak menjalin rumah tangga dengan Soekarno, Inggit selalu menemani Soekarno kemanapun ia pergi. Di tahun 1927, Inggit dengan keikhlasannya menjadikan rumahnya sebagai tempat deklarasi berdirinya organisasi politik Perserikatan Nasional Indonesia.

Bahkan, pada saat Soekarno ditangkap di Yogyakarta pada 29 Desember 1929 Inggit tetap mendukung suaminya. Selama Soekarno di penjara, Inggit memiliki peran sebagai perantara supaya Soekarno bisa terus berhubungan dengan para aktivis pergerakan nasional lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya