Sosok Tohjaya, Anak Kandung Ken Arok Pembunuh Raja Singasari Kedua

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2023 05:54 WIB
Ilustrasi/Foto: Freepik
Share :

JAKARTA - Tohjaya merupakan penguasa atau Raja Singasari. Sosoknya adalah anak kandung Ken Arok hasil pernikahannya dengan Ken Umang, sang selir.

Nama Tohjaya sendiri hanya tertulis pada kitab Pararaton yang ditulis ratusan tahun sesudah zaman Kerajaan Singasari atau Tumapel berkuasa. Sedangkan pada kitab Negarakretagama yang ditulis tepat pada pertengahan zaman Majapahit, nama Tohjaya tidak disebutkan sama sekali.

 BACA JUGA:

Menurut Nagarakretagama, sepeninggal Anusapati yang menjadi raja selanjutnya adalah Wisnuwardhana, alias Ranggawuni, sebagaimana diuraikan pada buku "Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan", tulisan Muhammad Syamsuddin.

Nama Tohjaya justru ditemukan dalam Prasasti Mula Malurung yang dikeluarkan oleh Kertanagara, atas perintah ayahnya yang bernama Maharaja Seminingrat (nama asli Wisnuwardhana versi prasasti) tahun 1255.

 BACA JUGA:

Sementara di beberapa sumber sejarah lain disebutkan Tohjaya merupakan penguasa Tumapel atau Singasari ketiga setelah kematian Anusapati. Tohjaya berhasil merebut tahta Anusapati kakak tirinya usai membunuh sang saudara ketika asyik menyabung ayam.

Prasasti ini telah membuktikan kalau Tohjaya merupakan tokoh sejarah yang benar-benar ada, bukan sekadar tokoh fiktif ciptaan Pararaton. Akan tetapi dalam prasasti itu ditulis bahwa Tohjaya bukan raja Tumapel atau Singasari, melainkan raja Kediri yang menggantikan adiknya, bernama Guningbhaya.

Adapun Guningbhaya menjadi raja setelah menggantikan kakaknya yang bernama Bhatara Parameswara. Ketiga raja Kediri tersebut merupakan paman dari Seminingrat. Selain itu tertulis pula bahwa pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa yang wafat di atas takhta kencana, yaitu kakek dari Seminingrat.

Prasasti Mula Malurung sebagaimana diulas oleh sejarawan Prof. Slamet Muljana, mencoba menafsirkan isi dari prasasti, Kakawin Negarakretagama, dan Pararaton. Di mana ketika Kerajaan Kediri runtuh tahun 1222 akibat pemberontakan Bhatara Siwa (alias Ken Arok).

Ia kemudian mendirikan Kerajaan Tumapel di mana Kediri menjadi negeri bawahan, dan diserahkan kepada putranya yang bernama Bhatara Parameswara. Hal ini membuat cemburu Anusapati, yang merasa sebagai putra tertua.

Mungkin ia memang benar membunuh Bhatara Siwa karena menurut prasasti Mula Malurung raja pertama Tumapel itu wafat di atas tahtanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya