Suharyanto pun mengungkapkan jika perang Ukraina dan Rusia menjadi salah satu penyebab kesulitan pengadaan Helikopter.
“Kenapa hanya 22? karena dulu-dulu itu ketika Ukraina dengan Rusia belum perang, kami ambil Heli dari sana Pak. Nah sekarang mereka bertempur sendiri, sehingga kesulitan,” bebernya.
Sehingga, kata Suharyanto, sebanyak 22 heli waterbombing ini dimaksimalkan untuk penanganan karhutla di Indonesia akibat kekeringan dampak dari fenomena El Nino.
“Nah, 22 ini yang kami oper-oper. Jadi mana provinsi yang kebakarannya pesat, kami langsung kirim ke sana Pak,” pungkasnya.
(Awaludin)