Pada tahun 1616, giliran Inggris yang tiba di Maluku. Namun Inggris tiba di Pulau Run dekat Banda. Dari sini, Inggris kemudian membentuk English East India Company yang menjadi awal mula kolonialisme Inggris di Maluku.
Belanda dan VOC tidak suka dengan kolonialisme Inggris atas Pulau Run yang menghalangi jalan Belanda untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di nusantara. Akibat hal ini, peperangan pun pecah antara Belanda dan Inggris.
Inggris hanya mampu mempertahankan Pulau Run sekitar 4 tahun saja. Akan tetapi, mereka tidak serta merta melepas Pulau Run untuk Belanda.
Sebagai bentuk balas dendam, pada tahun 1664 empat kapal fregat Inggris dikirim untuk merebut sebuah wilayah di Amerika bernama New Amsterdam. Sebuah wilayah berpenduduk 2000 orang di ujung selatan Pulau Manhattan.
Tidak ingin perang terus berlanjut, Inggris dan Belanda kemudian menggelar sebuah pertemuan dengan kesepakatan yang disebut sebagai Traktat Breda atau Treaty of Breda. Lantaran menginginkan pala, Belanda rela menyerahkan New Amsterdam atau yang kini disebut Manhattan New York dengan Pulau Run.
Sebaliknya, Inggris menyerahkan wilayah Pulau Run beserta seluruh pala kepada Belanda dan mendapat kekuasaan atas Manhattan New York.
(Hafid Fuad)