JAKARTA - Ganjar Pranowo mulai mengenal dunia per-perpolitikan sejak berada di kampus. Selama kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Ganjar bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan aktif dalam kegiatan pecinta alam.
Semasa kuliah, Ganjar mengaku memiliki hobi berpartisipasi dalam demonstrasi. Ia pernah terlibat dalam demonstrasi menentang rektor UGM pada masa situ (periode 1986-1990), Koesnadi Hardjosoemantri.
Selanjutnya, ia juga ikut dalam aksi protes penolakan penggusuran untuk proyek Waduk kedungombo.
Ganjar Pranowo menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum UGM, dan mengawali karier dengan bekerja di lembaga konsultan sumber daya manusia (HRD) di Jakarta, yaitu PT Prakasa. Sebelum meniti karier di dunia politik, ia juga sempat bekerja di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Relindo Inti.
Karir Politik Ganjar Pranowo dimulai saat ia menjadi anggota Komisi IV DPR RI periode 2004-2009 yang bertugas mengawasi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.
Ganjar juga memimpin Panitia Khusus RUU Partai Politik, serta berperan dalam Badan Legislasi DPR-RI dan Panitia Khusus tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
Pada periode selanjutnya, Ganjar terpilih kembali menjadi Anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014 dan terpilih menjadi wakil ketua di komisi yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan dan Reformasi Agraria.
Pada tahun 2013, Ganjar Pranowo memutuskan maju dalam Pilkada Jawa Tengah. Melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ia mencalonkan diri sebagai Gubernur.
Ganjar yang kala itu didampingi oleh mantan Bupati Purbalingga Heru Sudjatmiko berhasil meraih 48,82 persen suara dan menduduki kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Pada tahun 2018, Ganjar kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah dengan didampingi mantan anggota DPRD Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ganjar kembali berhasil memenangkan pemilu dan kembali menduduki kursi Gubernur Jawa Tengah setelah mendapatkan 58,78 persen suara.
Memasuki penghujung periode keduanya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara resmi ditunjuk PDIP sebagai bakal calon Presiden untuk Pemilu 2024 mendatang.
Ganjar Pranowo bisa dibilang memiliki rekam jejak kariri politik yang cukup cemerlang dibandingkan dengan kandidat pesaingnya yang terbilang kurang memiliki catatan yang baik dalam ranah politik karena satu dan lain hal.
Terlepas dari semua itu, Ganjar Pranowo tetaplah menjadi pribadi seorang Ganjar yang kita kenal sejak ia menduduki bangku jabatan Gubernur Jawa Tengah, yaitu Ganjar yang ramah, sederhana, merakyat, dan yang terpenting adalah jujur dan tidak korupsi.
(Arief Setyadi )