Pamit ke Jokowi, SYL Ngaku Akan Kooperatif Hadapi Proses Hukum di KPK

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Minggu 08 Oktober 2023 22:18 WIB
Syahrul Yasin Limpo (foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berpamitan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (8/10/2023). Syahrul kemudian langsung mendeklarasikan dirinya kooperatif terhadap proses hukum di Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) yang menyeret namanya.

“Tentang Proses hukum yang sedang berjalan ini, Saya sampaikan bahwa Saya akan menghadapi hal tersebut secara koperatif,” kata Syahrul dalam keterangannya, Minggu (8/10/2023).

Ia pun mengaku akan membuat pembelaan atas apa yang dituduhkan kepada dirinya. Dirinya juga memastikan pembelaan itu dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Hukum memberikan hak pada kita yang dituduh melakukan sesuatu untuk membuat pembelaan yang sebaik-baiknya. Hal tersebut akan saya lakukan yang tentu saja dengan penghormatan terhadap hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Ia pun menutup keterangannya dengan berharap agar pemberantasan korupsi bisa lebih kuat. Syahrul juga menyinggung agar pemberantasan korupsi tidak dicampuradukkan kepentingan politik praktis.

“Demikian, Saya sampaikan hal ini pada seluruh masyarakat Indonesia. Saya berharap semoga ke depan Pertanian Indonesia menjadi jauh lebih baik dan bermanfaat bagi seluruh Rakyat Indonesia. Semoga ke depan upaya penegakan hukum dan pemberatasan korupsi lebih kuat dan dilakukan secara bersih, serta tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik praktis,” tutupnya.

Sebagai informasi, KPK telah meningkatkan status penyelidikan terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementan ke tahap penyidikan. Dugaan korupsi yang sudah naik ke penyidikan tersebut dikabarkan terkait suap jual beli jabatan.

Awalnya, ada tiga klaster dugaan korupsi yang diselidiki KPK. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga klaster itu yakni terkait penyalahgunaan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) keuangan negara, dugaan jual beli jabatan, hingga dugaan penerimaan gratifikasi.

Namun, dari ketiga klaster tersebut, dikabarkan baru satu yang naik ke tahap penyidikan yakni soal jual beli jabatan. Sejalan dengan itu, KPK dikabarkan juga telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Adapun, ketiga tersangka tersebut yakni, Mentan Syahrul Yasin Limpo; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Kasdi Subagyono; serta Direktur Alat Mesin Pertanian, Muhammad Hatta.

Proses penyidikan tersebut ditandai dengan adanya penggeledahan di sejumlah lokasi. Sejumlah lokasi yang telah digeledah di antaranya, rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo di Jalan Widya Chandra V Nomor 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian, rumah pribadi SYL di Makassar, hingga ruang kerja di Kementan. Dari sejumlah lokasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang-barang yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara ini.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya