GLASGOW - Orang tua istri menteri pertama Skotlandia yang saat ini berada di Gaza, terjebak dan tak bisa keluar dari daerah yang tengah dibombardir militer Israel itu, demikian kata Humza Yousaf kepada wartawan pada Senin, (9/10/2023). Yousaf menekankan bahwa sebagian besar penduduk Gaza tidak ada hubungannya dengan Hamas atau serangan yang dilakukan, sementara Israel melancarkan serangan udara balasan besar-besaran di kota tersebut.
Istri Yousaf, Nadia, berasal dari Palestina. Orang tuanya telah melakukan perjalanan ke Gaza untuk mengunjungi kakeknya yang berusia 93 tahun dan “saya khawatir, saat ini terjebak di Gaza,” kata Yousaf kepada wartawan.
Israel telah mengatakan kepada semua orang di wilayah tersebut untuk meninggalkan wilayah tersebut karena “Gaza akan secara efektif dilenyapkan,” tambahnya, namun tidak ada seorang pun yang dapat menjamin perjalanan yang aman bagi kerabatnya, “meskipun Kementerian Luar Negeri Inggris telah berupaya sebaik-baiknya.”
Yousaf pertama kali berbicara tentang kesulitan yang dihadapi mertuanya pada Sabtu, (7/10/2023), dengan posting di X (sebelumnya Twitter), yang menyatakan bahwa “pikiran dan doa saya sangat untuk mereka yang khawatir tentang orang-orang terkasih yang terjebak dalam situasi yang mengerikan ini.”
“Saya berada dalam situasi di mana, sejujurnya, malam demi malam, hari demi hari, kami tidak tahu apakah ibu mertua dan ayah mertua saya – yang tidak ada hubungannya, seperti kebanyakan warga Gaza, dengan Hamas atau dengan serangan teror apa pun – apakah mereka berhasil melewati malam ini atau tidak,” kata Yousef menjelaskan pada Senin, sebagaimana dilansir RT. Yousaf menambahkan bahwa dia dan istrinya “tidak bisa tidur” dan terus-menerus mengawasi ponsel mereka menunggu jawaban apa pun.