Konon, banyak pohon nabang atau pohon palem di wilayah tersebut. Sementara, masyarakat Batavia mulai menyebut pasar dengan Tenabang.
Pasar Tanah Abang terus berkembang di bawah pengelolaan pmerintah DKI Jakarta melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya pada 1973. Pasar ini pun menjadi bangunan bertingkat tiga.
Pasar Tanah Abang menjadi salah satu pasar yang menjual secara grosir dan eceran dengan harga yang terbilang miring. Pasar Tanah Abang selalu ramai dipadati pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri. Bahkan, ada yang dari mancanegara.
(Arief Setyadi )