Memerlukan solusi yang cepat untuk segera memulihkan anggaran, Johannes van den Bosch kemudian menyarankan agar setiap tanah jajahan mereka harus menanam tanaman yang laku dijual di pasar global.
Atas gagasan tersebut, diciptakanlah sistem yang bernama cultuurstelsel yang artinya sistem tanaman (culture system atau cultivation system) atau dikenal dengan Tanam Paksa
Alasan mengapa para rakyat pribumi Indonesia menamainya sebagai sistem paksa adalah karena proses yang dilakukan dalam menanam tanaman tersebut bersifat pemaksaan. Terlebih lagi, adanya hukuman fisik yang berat bagi pelanggar sistem tersebut menambah kesan paksaan yang tidak berperikemanusiaan.
Setelah usulannya berhasil diterima para pemerintah Belanda, Johannes van den Bosch diangkat sebagai Gubernur Jenderal Belanda ke-43 pada 1830, di tahun yang sama setelah dicetuskannya sistem yang ia usulkan.
Akhir Perjalanan Johannes van den Bosch
Atas tuaian berbagai kritik atas kebijakannya yang menyengsarakan rakyat Indonesia, sistem Tanam Paksa pun dihapus. Johannes van den Bosch pun kembali ke Belanda pada tahun 1834 dan diangkat menjadi Menteri Urusan Daerah Jajahan.
Setelah perjalanan panjang, Johannes van den Bosch mendapatkan gelar Count van den Bosch setelah mengundurkan diri dari jabatan menteri pada tahun 1840.
Pada 28 Januari 1844, Johannes van den Bosch menghembuskan napas terakhirnya karena sakit di Den Haag, Belanda.
(Erha Aprili Ramadhoni)