China Berbalik Arah, Salahkan Hamas dan Dukung Israel, Ada Apa?

Maruf El Rumi, Jurnalis
Selasa 24 Oktober 2023 16:38 WIB
Share :

SEJAK perang Israel dan pejuang Hamas kembali pecah mulai 7 Oktober lalu, China dan Rusia menjadi dua negara kuat yang mengkritik langkah zionis memborbarid Gaza. Tapi, mendadak China mengeluarkan statmen yang terkesan mendukung agresi Israel dan menyalahkan Hamas.

Selama peperangan, China menahan diri tidak mengutuk Hamas, yang menewaskan ribuan orang, termasuk di antaranya warga sipil. China bahkan dikabarkan mengirimkan 6 kapal perang ke kawasan Timur Tengah meski berdalih untuk menjalani latihan perang bersama Oman.

China juga mengusulkan agar Israel memenuhi hukum internasional termasuk usul mendirikan dua negara sebagai solusi di daerah tersebut. Sikap China tersebut memunculkan protes langsung dari kubu Israel.

Keberatan Israel disampaikan Wakil Direktur Jenderal yang bertanggung jawab untuk Urusan Asia-Pasifik Rafi Harpaz kepada Utusan Khusus untuk Masalah Timur Tengah Zhai Jun melalui sambungan telepon. "Israel sangat kecewa dengan pernyataan resmi Tiongkok dan berita di media," kata Rafi Harpaz dikutip kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah China.

Setelah serangkain protes tersebut, seperti membuat China mulai melunak terhadap Israel. melalui Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa Israel berhak untuk mempertahankan diri demi keamanan mereka.

Termasuk langkah Israel yang memiliki hak membela diri melawan Hamas. "Setiap negara mempunyai hak untuk membela diri tetapi harus mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan melindungi warga sipil,” kata Wang.

Ini adalah kali pertama, pemerintah China Israel memiliki hak mengambil tindakan terhadap Hamas – yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa. Lalu kenapa China tiba tiba terkesan berbalik arah?

Bisa jadi, ini bagian dari diplomasi China di tengah tekanan Israel yang memiliki lobi kuat di dunia Internasional. Apalagi, pernyataan Wang itu disampaikan ketika melakukan sambungan telpon dengan koleganya asal Israel Eli Cohen.

Alasan lain, "dukungan" terhadap Isrel tersebut juga berbarengan dengan rencana Wang untuk terbang ke Washington, Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, AS menuduh jika mereka dan China memiliki jalan berbeda.

Ditambah, AS dan sekutu terdekatnya Australia juga secara terbuka mengatakan membela Filipina dalam kasus perselisihan di wilayah Laut China Selatan. Konflik tersebut masih terus berlangsung dan bahkan ada insiden tabrakan kapal Filipina dan China.

Dengan alasan tersebut, bisa jadi, China melunak untuk tidak menambah musuh mereka, termasuk Israel. Dukungan pada Israel kemungkinan juga mampu membantu mendinginkan hubungan China dan AS.

(Maruf El Rumi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya