Meskipun PBB memiliki peran penting dalam memfasilitasi dialog dan negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat, keputusan akhir tetap berada di tangan negara-negara anggota. Terutama bagi mereka negara yang memiliki pengaruh besar dalam konflik ini.
Amerika Serikat bahkan mendesak 15 anggota dewa untuk mengutuk keras Hamas. Namun tidak berhasil mencapai konsensus karena diplomat mengharapkan fokus yang lebih luas.
Selain itu, masalah yang belum terselesaikan dan ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Palestina juga menyulitkan upaya perdamaian. Sengketa terkait perbatasan, penyelesaian pemukiman, status Yerusalem, dan hak rakyat Palestina terus menjadi poin perdebatan dan sumber ketidaksepakatan.
Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah inti ini telah menghambat kemajuan menuju perdamaian. Tiga organisasi hak asasi manusia Palestina mengatakan bahwa kelambanan PBB memungkinkan terjadi kekerasan terbaru.
Sementara, Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, justru menunjukkan gambar grafis warga sipil Israel yang ditawan oleh Hamas.
Demikian alasan PBB tidak bisa mendamaikan Israel dan Palestina.
(RIN)
(Rani Hardjanti)