"Insya Allah nanti ke depannya jika ada jenazah, terutama jenazah yang perempuan, ibu-ibu di sini siap untuk memulasara mengurus jenazah secara bersama-sama," tutur Widianti.
Sebelumnya, dia mengakui warga yang terlibat dalam pemulasaraan jenazah di lingkungannya sangat terbatas dan cenderung mengandalkan beberapa orang saja.
"Kalau untuk pemulasaraan jenazah itu biasanya kita untuk yang memandikan secara khusus itu suka ada ibu ustadzah di sini. Kebetulan di sini juga sebagai pembina majelis taklim. Kami dari anak-anak didik beliau yang biasanya membantu," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )