KBO mengatakan, berdasarkan keterangan dalam video viral tersebut pemilik mobil merasa keberatan karena kendaraannya dibongkar tanpa persetujuannya.
“Keterangan pemilik bengkel dan mekaniknya memang ada masalah di ban depan. Ada gangguan lalu dibersihkan. Namun, tidak ada yang diganti. Keterangan mekanik, untuk jasa tidak ada paksaan,” ucapnya.
Pihaknya mengimbau, pemilik bengkel yang berada di sepanjang jalur Puncak agar senantiasa berkomunikasi terlebih dulu dengan pemilik mobil apabila hendak memeriksa atau memperbaiki kendaraan.
"Kami berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali, karena hal tersebut bisa mencoreng kawasan Puncak yang dan merugikan sejumlah pihak," pungkasnya.
(Arief Setyadi )