JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan mengadakan agenda Rapat Kerja Nasional di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam Rakernas tersebut, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Ahmad Nurhadi menyampaikan sejumlah keresahan dan kekecewaan atas apa yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
Ia kecewa dengan putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang dianggap mengakomodasi kepentingan politik menuju perhelatan Pemilu tahun 2024.
Selain itu, menjelang Pemilu 2024, Nurhadi berpendapat perlu adanya upaya pencegahan segregasi yang terjadi di masyarakat.
"Seperti yang pernah dilontarkan Presiden RI Ke-3 yaitu Abdurrahman Wahid (Gusdur) yang lebih utama dari politik adalah kemanusiaan," kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (1/11/2023).
Sehingga, kata Nurhadi, perlu adanya komitmen negara dan calon peserta Pemilu 2024 untuk bergandeng tangan dan menciptakan iklim pesta demokrasi yang damai dan jauh dari perpecahan.
"Pada momentum sumpah pemuda ini di kota Mataram, kami ingin mengulang peristiwa 95 tahun yang lalu di sini, di titik ini," ungkapnya.
Nurhadi mengajak seluruh kawan-kawan yang tergabung dalam gerakan rakyat sipil seluruh nusantara.
"Kami mengajak seluruh masyarakat dan terutama rekan-rekan pemuda kita di setiap daerah di Indonesia untuk bergerak bersama untuk bergerak di Pekan Melawan pada 3 November hingga 10 November 2023," ajaknya.
Dengan gerakan tersebut, Nurhadi ingin menunjukkan generasi muda tidak hanya diam dan apatis, tetapi mampu dan mau peduli serta mau bergerak demi kepentingan bangsa.
"Mari nyalakan kembali lilin-lilin di setiap titik nusantara dan besarkan lilin tersebut dengan semangat melawan. Kami percaya masih ada impian, cita-cita, harapan, dan mimpi yang tinggi dari kami pemuda yang ingin melihat Indonesia berdaulat, mandiri, berkeadilan, berkemanusiaan dan bermartabat," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)