DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau dua lokasi longsor yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Depok, Sabtu 4 November 2023. Adapun dua lokasi tersebut antara lain, di RW 13 Perumahan Mutiara Depok Kelurahan Sukmajaya, dan RW 13 Komplek RRI Kelurahan Cisalak, Sukmajaya.
Idris mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok saat ini masih menangani wilayah banjir di lokasi lainnya di Kota Depok. Sehingga sambil menunggu Biaya Tidak Terduga (BTT) pihaknya menangani longsor sementara waktu.
"Karena itu, kami lakukan penanganan sementara sambil menunggu Biaya Tidak Terduga atau BTT," kata Idris dalam keterangannya dikutip, Senin (6/11/2023).
Idris menyebut penanganan sementara yang dimaksud yaitu dengan cerucuk bambu dan karung tanah. "BTT akan segera dicairkan melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) dengan skala prioritas, mana yang akan lebih dulu ditangani berdasarkan laporan," ucapnya.
Idris menjelaskan bahwa longsoran turap hingga jebol membuat Perumahan Mutiara Depok turun ke rumah warga. Sedangkan di Komplek RRI Cisalak tebing mengalami longsor sehingga akses warga hanya tinggal 20 persen.
"Setelah kami tinjau di lokasi pertama yaitu Perumahan Mutiara Depok ada turap jebol, sehingga mengakibatkan air turun ke rumah warga," ucapnya.
"Untuk lokasi kedua di Komplek RRI Cisalak ada longsor di tebing, sehingga akses warga di jalan tersebut hanya tinggal 20 persen," tambahnya.
Selain itu juga, ia mengatakan banjir dan longsor yang terjadi di sebagian wilayah Kota Depok didominasi oleh sampah yang menyangkut di gorong-gorong.
BACA JUGA:
"Mungkin lengah saat musim panas kemarin, sehingga mengakibatkan penumpukan sampah, terutama di aliran kali. Ada kasur, batang pohon hingga sterofoam. Ini bukan bencana, tetapi sampah ini sengaja dibuang, sehingga kita juga harus introspeksi diri," ungkapnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Politisi PKS itu menyebut penanganan banjir harus terintegrasi dari hulu sampai hilir. "Penanganan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir agar peristiwa ini tidak terjadi lagi," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )