2. Taat pada Sikap Politik Luar Negeri RI & Konsitusional Pembukaan UUD 1945
Emrus menggambarkan bahwa sikap tegas Ganjar Pranowo mencerminkan perhatiannya terhadap konstitusi. "Saya kira itu sebagai bentuk dari pada ketegasan dia dari garis daripada konstitusi kita, UUD 1945," ucapnya.
Ganjar sendiri mengungkapkan bahwa keputusan tersebut tidak pernah diragukan, dan diputuskan dengan penuh keyakinan, sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusi yang telah diterapkan sejak era Presiden Sukarno hingga Joko Widodo.
Ganjar menegaskan bahwa Indonesia selalu berkomitmen untuk mendukung perdamaian global dan menghapus penjajahan, terutama dalam konteks dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Prinsip tersebut, menurut Ganjar, merupakan bagian integral dari politik luar negeri yang bebas aktif yang dianut Indonesia.
"Itu menjadi kontrak sosial kita, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan keadilan. Dan tentu saja ada juga politik luar negeri kita yang bebas aktif, turut serta dalam perdamaian dunia dan itu dilakukan," ujarnya.
3. Tegas Tidak Akan Membuka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Calon Wakil Presiden 2024 Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka dan memiliki hak yang sama dengan negara-negara lain di dunia.
Pernyataan ini juga mengacu pada prinsip-prinsip yang telah disuarakan oleh Presiden pertama RI, Sukarno, sejak awal kemerdekaan Indonesia dan kembali diperkuat dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Mahfud menggarisbawahi pentingnya Indonesia sebagai pelindung kemanusiaan dan perdamaian global, yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Selain itu, Mahfud juga mengutuk serangan Israel ke Gaza, menyebutnya sebagai kejahatan perang yang luar biasa, serta menyoroti potensi hambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia ke Palestina akibat pembatasan yang dilakukan oleh Israel.
Pada saat yang sama, Indonesia telah melakukan langkah diplomasi dan pengiriman bantuan kemanusiaan sebanyak 51,5 ton untuk mendukung kemerdekaan Palestina, dengan upaya pendorong resolusi di PBB yang mengutuk serangan Israel ke Gaza, Palestina.
"Sebelum Palestina merdeka dan mempunyai hak-hak yang sama dengan warga dunia yang lain maka Indonesia tidak akan punya hubungan diplomasi dengan Israel," ungkap Mahfud.