Ketika Belanda melewati mereka, ketiganya langsung menyerang para penjajah. Banyak dari pasukan Belanda yang tewas ketika itu. Namun sayang, kedua rekan Aman Dimot juga tidak dapat diselamatkan.
Aman Dimot lantas menyejar pasukan Belanda menggunakan pedangnya. Belanda menghujani pejuang yang lahir tahun 1920 itu dengan tembakan peluru.
Bahkan peluru tidak mampu menembus tubuh Aman Dimot. Konon, ia memiliki kekuatan mistis yang membuatnya tidak terluka oleh tembakan musuh.
Bahkan, ada cerita yang menyebutkan bahwa peluru yang ditembakkan ke arahnya hanya memantul dan tidak mempan ditembus peluru. Kekebalan Aman Dimot membuat Belanda tidak berdaya.
Aman Dimot sempat tertangkap oleh pasukan marsose karena sulit dikalahkan. Mereka sempat melindas tubuh sang pejuang menggunakan tank meski pada akhirnya tidak berhasil.
Sampai akhirnya, pasukan marsose memasukan granat ke tubuh Aman Dimot. Sang pejuang gugur seketika pada 30 Juli 1949 di Rajamerahe, Sukaramai, Karo, Sumatera Utara. Jenazahnya kemudian dimakamkan di daerah tersebut.
Demikian ini sosok panglima Aceh sakti mandraguna yang kebal peluru hingga dilindas tank.
(Rani Hardjanti)