PAPUA TENGAH - Prajurit TNI dari Satgas Batalyon Infanteri Raider 300/Braja Wijaya baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Teroris, di Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Berikut fakta baku tembak pasukan elite Raider TNI AD dengan KKB teroris, sebagaimana dirangkum pada Minggu (12/11/2023) :
1. Terima Laporan
Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menjelaskan awal mula kontak tembak. Awalnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya gerak-gerik orang mencurigakan.
Pihaknya mendapatkan informasi bila di salah satu honai yang ada di wilayah Tanah Merah terdapat sekelompok orang yang tidak dikenal dengan gelagat yang mencurigakan akan melakukan gangguan keamanan.
2. Cek Lokasi
Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya mengerahkan pasukan untuk mengecek ke lokasi.
“Untuk mengamankan wilayah itu kemudian diperintahkan Danpos Gome Lettu Inf Reza Pahlawan bersama tiga tim untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan di wilayah Tanah Merah,” ujarnya.
3. Kontak Tembak
Saat prajurit Satgas Yonif 300/Bjw mendekati honai yang dicurigai, terdengar teriakan "lari-lari". Kemudian keenam orang pria itu berlarian keluar dari honai dengan membawa satu pucuk senjata laras panjang sambil menembak ke arah personel TNI.
“Kontak tembak berjalan singkat. Kami berupaya mengejar," kata Gusti Nyoman.
4. Sita Sejumlah Barang
Pihak KKB kemudian lari menuju hutan.
Gusti Nyoman menyebut petugas pun memeriksa ke dalam honai. Di sana petugas mendapatkan barang bukti berupa HT, teropong senter, serta barang lainnya.
Dikatakannya, TNI akan berupaya memberikan rasa aman di masyarakat dan berharap kerjasamanya sehingga bila ada yang mencurigakan segera dilaporkan. "Mari kita bersama-sama menjaga keamanan di wilayahnya," tutur Gusti.
(Erha Aprili Ramadhoni)