JAKARTA - Pangeran Diponegoro konon pernah dikabarkan berinteraksi dengan perempuan China sehingga membuat hilang kesaktiannya. Beberapa sumber dari Babad Diponegoro versi Peter Carey, bahkan secara gamblang menyebut sang pangeran tidur dengan perempuan Cina itu.
Peristiwa itu terjadi ketika sang pangeran tengah dalam kondisi berperang dan beristirahat di suatu daerah.
Sekretaris Umum Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) Pandu Setyawan mengakui momen Pangeran Diponegoro berinteraksi dengan perempuan China yang disebutnya Nyonya Cina ini memang terjadi.
Tetapi hal itu bukanlah seperti yang dituliskan oleh Peter Carey, dan informasi sejarah yang beredar. Apalagi Pangeran Diponegoro merupakan sosok religius yang sejak kecil belajar agama Islam.
"Kita Lihat backgroundnya dari kecil dididik para ulama, merantau dari pesantren ke pondok pesantren. Artinya beliau punya basic agama, terkait konsep lawan jenis," ucap Pandu Setyawan, dikonfirmasi MPI.
Dirinya juga menyangsikan Peter Carey perihal Pangeran Diponegoro yang tidur dengan perempuan China bukan mahramnya. Sebab sejak kecil memang sang pangeran taat beragama Islam. Bahkan ketika ia dan pasukannya membuat markas besar di Gua Selarong, Pangeran Diponegoro memisahkan antara gua laki-laki dan perempuan.
"Di Selarong pun dibedakan, antara gua laki-laki, dan perempuan, itu masalah remeh temeh yang basic itu diperhatikan. Ini masalah mahram laki-laki perempuan. Masalah mahram," ucapnya.