DEPOK - Menu program pemberian makanan tambahan (PMT) Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menuai polemik di masyarakat. Sebab, menu yang disajikan dengan anggaran Rp18 ribu per paket yang diterima masyarakat masuk dalam kategori stunting hanya nasi, kuah sayur dan tahu rebus.
Merespons hal itu, Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi PMT yang menggunakan anggaran APBD Perubahan senilai Rp4,4 miliar untuk 38 Puskesmas tersebut.
"Satu dari 11 kecil tapi jadi ramai, Tadi kita sampaikan kita sudah evaluasi dan ada perbaikan, kalau ada permasalahan kita terus evaluasi yang tadi bermasalah tidak akan dipakai lagi kita cari yang lain dan seterusnya itu bagian dari evaluasi kita," ujar Mary dalam diskusi dengan wartawan di Kantor PWI Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/11/2023).
Mary pun menegaskan bahwa porsi program PMT yakni enam hari kudapan dan satu hari makanan lengkap. Ia mengakui bahwa untuk program PMT di wilayah Kecamatan Tapos ada yang miss.
"Iya tadi sudah saya jelaskan enam hari pertama kudapan, hari ketujuh baru makanan lengkap. Tadi yang di Tapos sudah disampaikan ada miss," ujarnya.
Mary menjelaskan bahwa alokasi Rp18 ribu per paket tersebut termasuk biaya pajak hingga kemasan yang dapat terus dipakai warga penerima manfaat PMT. Ia pun akan mengkletek stiker PMT yang bergambar wajah Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono jika menuai polemik juga.