Wakil Presiden Senior Institute for Global Engagement (IGE) Amerika Serikat, James Chen, mengatakan program literasi keagamaan lintas budaya yang diadakan oleh Institut Leimena telah menunjukkan dampak yang signifikan. Para guru dari seluruh wilayah di Indonesia berusaha melakukan perubahan karena adanya pemahaman literasi agama yang baik.
“Para guru inilah yang akan menjangkau generasi penerus bangsa di negara Indonesia,” kata Chen.
Sementara itu, Menkumham RI, Yasonna H. Laoly, mengatakan Konferensi Internasional LKLB diharapkan bisa memperluas jaringan untuk saling bekerja sama dalam memajukan martabat manusia dan supremasi hukum untuk menciptakan masyarakat dunia yang damai dan inklusif.
“Ini (Konferensi Internasional LKLB) merupakan forum yang baik bagi pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh dunia untuk bertukar pandangan dan praktik terbaik dalam mempromosikan literasi agama lintas budaya dan martabat manusia dalam masyarakat yang beragam,” ujar Yasonna.
Konferensi Internasional LKLB diadakan Kemenkumham RI dan Institut Leimena melibatkan 30 narasumber terkemuka dunia. Konferensi yang merupakan rangkaian dari peringatan HAM Sedunia ke-75 didukung oleh International Center for Law and Religious Studies at Brigham Young University Law School, Sekrektariat Kebebasan Beragama Internasional, dan Templeton Religion Trust.
(Khafid Mardiyansyah)