7 Fakta Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, Tembus Cuaca Buruk hingga 4 Personel Gugur

Awaludin, Jurnalis
Jum'at 17 November 2023 04:01 WIB
Pesawat tempur TNI AU jatuh di Pasuruan (foto: dok ist)
Share :

DUA pesawat Super Tucano milik TNI AU jatuh di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis 16 November 2023 sekira pukul 12.00 WIB, dan sempat kehilangan komunikasi (lost contact) pada sekira pukul 11.18 WIB.

Dalam video yang diterima dari Basarnas, terlihat pesawat dalam kondisi hancur dan terbakar. Warga setempat juga terlihat menemukan pesawat tersebut. Berikut sejumlah faktanya:

1. Pesawat Ditemukan oleh Warga

 

Peristiwa tabrakan dua pesawat super Tucano ini terekam oleh kamera warga dan tersebar di media sosial (medsos). Peristiwa itu juga dibenarkan Polres Malang.

"Saya dapat Infonya demikian," ujar Kasi Humas Polres Malang, Ipda Bambang Sugeng Hariadi.

“Pesawat jatuh.. pesawat jatuh. Lokasi Watugedek,” ujar seseorang dalam video tersebut diterima Okezone.

Kemudian, terdengar suara ledakan yang membuat warga setempat juga panik. Belum diketahui ada tidaknya korban. Pesawat yang jatuh tersebut jenis Tucano buatan Brasil. Lokasi tabrakan pesawat tersebut menjadi tontonan warga.

"Sekarang belum dilakukan evakuasi dan sudah menjadi tontonan warga," ujar salah satu warga bernama Junaidi

2. Lokasi Jatuhnya 2 Pesawat Tempur TNI AU Miliki Medan Ekstrem

 

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Agus Basori mengungkapkan pihaknya yakni tim SAR di wilayah Jawa Timur akan langsung siap terjun apa bila sudah mendapatkan laporan dari TNI AU jika kedapatan pesawatnya jatuh di Pasuruan.

"Tapi kalau di daerah Pasuruan biasanya temen-temen dari SAR Surabaya langsung eksyen kalau ada (laporan) dari temen-temen TNI AU, itu ranahnya TNI kita hanya membantunya aja," kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (16/11/2023).

Informasi yang dihimpun Okezone, pesawat tersebut diduga jatuh di Bukit Prabjakan, lereng Gunung Bromo, Kecamatan Limbang, Kabupaten Pasuruan.

Kondisi lokasi jatuhnya dua pesawat tersebut cukup ekstrem. Lokasinya berada di tebing curam, dan biasanya daerah itu digunakan oleh warga untuk bercocok tanam.

3. Dua Pesawat TNI AU Sempat Memutari Pegunungan Bromo

 

Jurnalis iNews TV, Jaka Samudera mengungkapkan, berdasarkan kesaksian salah satu warga, sebelum kejadian pesawat jatuh ada dua pesawat yang terlihat memutari kawasan pegunungan Bromo.

"Menurut informasi yang saya gali dari narasumber, memang sebelum kejadian pesawat (jatuh) ini ada dua pesawat yang muter-muter di atas wilayah pegunungan Bromo. Bahkan kedua pesawat ini diklaim sempet gandeng. Enggak tahu kabarnya tiba-tiba ada info terbakar," kata Jaka.

4. Pesawat yang Jatuh di Pasuruan Dalam Kondisi Baik

 

 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati buka suara terkait kecelakaan pesawat Super Tucano milik TNI AU yang jatuh di Kabupaten Pasuruan. Agung menyebut pesawat tersebut terbang dalam kondisi baik.

"Pesawat terbang dalam kondisi baik, tidak ada masalah," ucap Agung kepada wartawan, Kamis (16/11/2023).

Agung juga memastikan bahwa dua pesawat super tucano itu bernomor sayap TT 3111 dan TT 3103. Kedua pesawat itu lepas landas dari Landasan Udara Abdurachman Saleh di Malang.

"Kedua pesawat lost contact pada pukul 11.18 WIB dan diperkirakan mengalami accident," ungkap dia.

 

5. Pesawat TNI AU yang Jatuh di Pasuruan Sedang Latihan Formasi Rutin

 

 

Dua pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) jenis Super Tucano dengan nomor sayap TT-3103 dan TT-3111 dikabarkan jatuh di kawasan Pasuruan, Jawa Timur. Ternyata dua pesawat itu sedang melakukan latihan formasi rutin.

Kedua pesawat disebut mengalami lost contact saat melaksanakan misi Profisiensi Formation Fight. Adapun rute penerbangannya ialah dari Lanud Abdurachman Saleh menuju ke area latihan dan kembali lagi ke Lanud Abdurachman Saleh tempat mereka lepas landas.

"Kedua pesawat sedang melakukan latihan formasi secara rutin," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati kepada wartawan, Kamis (16/11/2023).

 

 

 

6. Empat Personel Gugur, Satu Jenazah Masih Dicari

 

 

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati menyebut jatuhnya dua pesawat Super Tucano milik TNI AU memakan korban jiwa. Ia memastikan tiga personel kru yang menaiki pesawat tersebut meninggal dunia dan telah ditemukan. Sementara satu personel pilot penerbang lainnya juga diduga meninggal dunia. Namun hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Empat kru pesawat yang tercatat menumpangi dua pesawat itu ialah Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater TT-3111 dan Kolonel Adm Widiono (Backseater TT-3111). Kemudian pesawat TT-3103 diisi oleh Mayorn PnB Yuda A. Seta (Frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater.

"Yang gugur adalah empat kemungkinan empat, tapi yang baru ditemukan jenazahnya 3," ucap Agung dalam wawancaranya bersama iNews sore, Kamis (16/11/2023).

Saat ini proses evakuasi jenazah-jenazah pilot penerbang yang gugur masih terus dilakukan. Sejauh ini dua personel telah diangkat, satu personel dalam perjalanan dan satu lagi masih dalam pencarian. Namun demikian, Agung tidak merinci siapa jenazah yang diangkat, dalam perjalanan maupun belum ditemukan.

"Satu lagi dalam pencarian dan kalau ditemukan akan diangkat juga, karena tempatnya sudah untuk dicapai," ungkap dia.

7. Kronologi Jatuhnya Dua Pesawat Super Tucano TNI AU

 

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama R. Agung Sasongkojati mengungkap detik-detik dua pesawat Super Tucano terjatuh di kawasan Pasuruan, Jawa Timur Kamis (16/11/2023). Dua pesawat dengan tail number TT-3111 dan TT-3103 itu ternyata menembus cuaca buruk berupa awan tebal.

Kejadian bermula saat sebanyak empat pesawat termasuk pesawat dua dengan tail number TT-3111 dan TT-3103 menggelar latihan. Keempat pesawat itu lepas landas dari Landasan Udara Abdurachman Saleh, Malang.

"Latihan 4 pesawat dengan masing-masing ada 2 orang, kemudian take off pada pukul 10.51 WIB," kata Agung dalam wawancara di iNews Sore, Kamis (16/11/2023).

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya