Pesawat tersebut diterbangkan setelah berhasil diperbaiki oleh OMU III Hanandjoeddin dan terbang ke PU Maguwo untuk menambah kekuatan udara di Pangkalan Udara Maguwo. Setelah tiba di Yogjakarta.
Kemudian, Pesawat Hayabusha diberi registrasi HN 201, dan Abdulrachman Saleh dan Hananjoeddin kemudian menghadap Komodor Udara Soerjadi Soejadarma di Markas Tinggi AURI untuk meminta petunjuk.
Komodor Udara Soerjadi Soejadarma mengajak Abdukrachman Saleh dan Hananjoeddin untuk menghadap Presiden RI Soekarno di Gedung Agung yang merupakan Istana Presiden. Pesawat tersebut menjadi warisan sejarah yang tak terlepaskan dari perjuangan kemerdekaan RI.
(Arief Setyadi )