BUTON - Sultan ke-40 di Buton, Sulawesi Tenggara, YM La Ode Muhammad Izzat Manarfa, menegaskan bahwa Ganjar Pranowo, capres yang diusung oleh koalisi PDI Perjuangan, adalah pemimpin yang sangat memperhatikan rakyat. Izzat menyoroti komitmen Ganjar terhadap Buton, khususnya dalam memanfaatkan aspal lokal untuk pembangunan jalan di Jawa Tengah.
"Saya apresiasi sama Pak Ganjar karena Pak Ganjar satu-satunya yang perhatian kepada Buton," ungkap Izzat.
Izzat juga membandingkan sikap dan perilaku kandidat presiden lain terhadap Buton, menemukan kurangnya kepedulian mereka terhadap daerah tersebut.
"Kami punya dua kandidat presiden (lain), tetapi mereka kurang perhatian untuk Buton," ujar Sultan Buton tersebut.
Pemimpin tersebut menilai Ganjar sebagai figur inspiratif dan berpotensi besar untuk Nusantara. Izzat juga menekankan nasionalisme Ganjar, serta perannya dalam melestarikan seni, budaya, dan adat istiadat.
"Kami tidak usah berbicara lagi masalah adat karena semua tokoh kami dan saya kira yang lagi berperan dalam adat Nusantara adalah Pak Ganjar," kata Izzat.
Dukungan Dari Kelompok Dinasti Nusantara di Buton
Di sisi lain, dukungan yang kuat datang dari para pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan budayawan Buton terhadap Ganjar Pranowo, yang diungkapkan dalam acara Silaturahmi Dinasti Nusantara Sulawesi Tenggara.
Acara ini berlangsung di Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. YM Ilyas, juru tulis Wasuemba, menyampaikan keprihatinannya terhadap erosi adat, seni, dan kebudayaan di Indonesia, yang semakin terkikis oleh globalisasi dan modernisasi.
"Harapannya dia support adat di Nusantara ini yang sudah terlupakan lah. Kalau Pak Ganjar itu pintar, jujur, pokoknya mantap lah. Yakin 100 persen yakin (Ganjar Pranowo bisa menjaga adat seni budaya)," kata Ilyas.
Kehadiran berbagai tokoh penting dalam acara tersebut menegaskan dukungan ini. Hadir di antaranya adalah Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II dari Yogyakarta, Koordinator Nasional Dinasti Nusantara KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukajannangngang Satrio Sasmito dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, Sekjen Dinasti Nusantara Tengku Maliana Zufrine dari Kerajaan Negeri Padang Deli Sumatera Utara, dan YM Wa Ode KRAyT Endang Puspa Kirana dari Kerajaan Kali Susu.
Selain itu, YM La Pina Parabela Wasuemba, YM La Ode Mustafa dari Kerajaan Kuli Susu, YM Siti Wasuemba, YM La Ode Abdul Harlin Lakina Kondowa dari Kerajaan Kondowa, YM Kaharno Wakil dari Kerajaan Kondowa, YM Nurdin Juru Tulis dari Kerajaan Kondowa, YM La Ode Baharudin Bendahara dari Kerajaan Kondowa, dan La Ode Abd.Hamid Waci dari Kerajaan Kondowa juga turut serta.
Kesatuan dan keragaman para pemangku adat, pelaku seni, dan tokoh masyarakat yang hadir menunjukkan dukungan luas terhadap Ganjar Pranowo. Melalui program-program seperti Panggung Kahanan yang memberikan platform bagi pelaku seni di Jawa Tengah selama pandemi, serta Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) II yang digelar di Borobudur pada Desember 2022, Ganjar telah menunjukkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai seni budaya.
Visi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, jika terpilih, meliputi upaya untuk memajukan budaya Indonesia melalui integrasi data dan pemasaran, perlindungan hak cipta, dan peningkatan apresiasi karya lokal tradisional. YM Ilyas menutup dengan harapan bahwa bila Ganjar menjadi presiden, beliau akan memperhatikan kerajaan-kerajaan, masyarakat adat, pemangku adat, serta pelaku seni dan budayawan di Nusantara.
"Semoga kalau Pak Ganjar jadi presiden ya diperhatikan lah kerajaan-kerajaan (masyarakat adat, pemangku adat, dan pelaku seni serta budayawan) yang ada di Nusantara ini," ungkap Ilyas, pria asli Buton, Sulawesi Tenggara tersebut.
Di tengah dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks, pandangan dan dukungan dari Sultan ke-40 Buton, YM La Ode Muhammad Izzat Manarfa, serta para pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan budayawan Buton dan Dinasti Nusantara, menjadi sangat signifikan.
Mereka melihat Ganjar Pranowo bukan hanya sebagai calon presiden yang kompeten, tetapi juga sebagai pembela adat, seni, dan budaya Nusantara termasuk yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Harapan mereka terhadap Ganjar, apabila terpilih sebagai presiden, adalah langkah maju dalam memelihara dan mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
(Awaludin)