JAKARTA - Caleg DPRD Kota Tangerang Selatan Dapil 3 Partai Perindo, Agnesal Jona Putra Silaban mengatakan, anak muda harus terlibat aktif mencari informasi mengenai Pemilu 2024. Hal itu untuk mendapatkan pencerahan mengenai pilihan pemimpin di masa depan.
"Nah kita harus tekankan bahwa kita anak muda pemegang saham mayoritas di 2024. 50 persen lebih pemilih muda. Jadi memang anak muda ini harus mencari informasi terkait pemimpin kita yang akan dipilih baik dari sisi gagasan maupun visi misinya," kata Agnesal dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Jumat (24/11/2023).
BACA JUGA:
Menurut Agnesal, banyak cara yang bisa dilakukan anak muda dalam mencari informasi terkait politik, salah satunya bisa melalui media sosial (medsos) atau di portal berita terpercaya.
"Kita bisa lihat konten-konten tentang politik, berita-berita politik. Yang teman-teman di kampus bisa buat kajian atau diskusi. Yang di luar kampus bisa terlibat aktif di relawan atau di masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA:
Disadari Agnesal, tingkat pengguna medsos di Indonesia sangat tinggi. Hal inilah yang harus digarap oleh partai politik dalam memberikan edukasi ke pemilih muda. Tak hanya sekadar memberikan informasi, langkah ini diyakininya bisa mengurangi angka golongan putih.
"Agar masyarakat mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus dilakukan langkah-langkah mulai dari sekarang. Baik itu iklan masyarakat melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari Parpol itu sendiri, ataupun instansi pemerintah dan mengajak anak-anak muda ini datang ke TPS," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, KPU telah mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024, yang mencapai 204.807.222 pemilih. Berdasarkan rekapitulasi DPT, menunjukkan bahwa mayoritas pemilih Pemilu 2024 berasal dari dua kelompok generasi anak muda, yaitu milenial dan zilenial.
BACA JUGA:
Generasi milenial, yang terdiri dari individu yang lahir antara tahun 1980 hingga 1994, berjumlah 66.822.389 atau sekitar 33,60% dari total pemilih. Di sisi lain, generasi Z, yang meliputi mereka yang lahir mulai tahun 1995 hingga awal 2000-an, mencapai 46.800.161 pemilih atau sekitar 22,85% dari DPT Pemilu 2024.
Ketika kedua kelompok ini digabungkan, mereka membentuk kekuatan pemilih yang signifikan dengan lebih dari 113 juta pemilih, yang menyumbang sekitar 56,45% dari total pemilih Pemilu 2024.
(Nanda Aria)