JAKARTA - Sejarah dan asal usul dari Bantargebang sangat menarik untuk diketahui.
Bantargebang, nama yang mungkin tidak lagi asing terdengar bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Bantargebang adalah sebuah Kecamatan yang terletak di Kota Bekasi yang terkenal mulai dari perkampungan hingga pusat pengelolaan sampah yang besar.
Kecamatan Bantargebang memiliki kisah perjalanan yang panjang dan penuh lika-liku. Artikel ini akan menelusuri jejak sejarah dan asal usul yang mengambarkan evolusi Bantargebang hingga menjadi kehidupan perkotaan yang produktif.
BACA JUGA:
Sejarah dan Asal Usul Nama Bantargebang
Di periode masa yang lampau, daerah Bantargebang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam, meskipun mayoritas penduduknya pada saat itu masih menganut agama Hindu. Berdasarkan cerita lama, sejarah dan asal usul Bantargebang berawal dari kisah kesaktian Syarif Hidayat.
Sebelum Pemerintah Kolonial Belanda berkuasa di Indonesia, Bantargebang menyaksikan kedatangan Syarif Hidayat, menantu dari pendiri Demak yaitu Raja Fatah pada sekitar abad ke-16.
BACA JUGA:
Tujuan kedatangan Syarif Hidayat ke Bantargebang adalah untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam dan mengurus pemerintahan atas utusan Raja Demak. Setelah ia menjalankan tugasnya mulai dari Cirebon, Tasikmalaya, hingga Banten, sampailah ia di Bantargebang.
Saat ia datang, terjadi peristiwa tak terduga di mana terdapat seorang anak kecil yang terus menangis setelah menjalani proses sunat pada sebuah acara hajatan. Kejadian tersebut cukup membingungkan para warga setempat karena tidak ada cara yang dapat membuat anak tersebut berhenti menangis.
Yang lebih membingungkan, anak kecil tersebut terus menyebutkan permintaan yang tak satupun orang dapat mengerti. Di tengah kebingungan, Syarif Hidayat yang menyaksikan datang dan memberi tahu bahwa sang anak meminta Ban (sabuk) dan meminta untuk diambilkannya di Pohon Gebang (seperti pohon palem) di halaman.
Sesaat setelah Ban tersebut diberikan, tangisan anak tersebut pun segera terhenti. Masyarakat yang menyaksikan merasa terkesan oleh kemampuan Syarif Hidayat sehingga sejak saat itu, wilayah kampung tersebut dinamakan Kampung Bantargebang.
Peristiwa kesaktian Syarif Hidayat tersebut lah yang menjadi asal usul nama Bantargebang yang ditelusuri dari kata Ban, Latar, dan Gebang. Kata Ban memiliki arti Sabuk atau Amben, Latar merujuk pada tempat atau pelataran, dan Gebang yang merupakan nama pohon tertentu, yaitu pohon Gebang.