Diadakan setiap empat tahun sekali, pemilu regional terbaru ini juga merupakan pemilu pertama sejak Korea Utara merevisi undang-undang pemilu pada bulan Agustus yang mengizinkan banyak kandidat.
“Penggambaran masyarakat yang lebih demokratis, khususnya dibandingkan dengan Korea Selatan dan AS, bertujuan untuk memperkuat legitimasi dan keaslian rezim tersebut di panggung dunia,” ujar lembaga pemikir, Asia Pacific Foundation of Canada, dalam sebuah laporan.
Sebuah foto yang dirilis oleh media pemerintah menunjukkan Kim Jong-un memberikan suara, berdiri di depan dua kotak – satu berwarna hijau untuk persetujuan, dan yang lainnya berwarna merah untuk perbedaan pendapat.
“Pemungutan suara secara rahasia kemungkinan akan tetap terbatas karena kotak-kotak tersebut akan terus diawasi secara ketat,” kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa proses seleksi kandidat akan tetap dikontrol ketat oleh Pyongyang.
Tingkat partisipasi pemilih sedikit menurun menjadi 99,63% dari 99,98% pada empat tahun lalu, sebuah tanda yang menurut para analis dapat mengindikasikan melemahnya kontrol negara di negara yang mewajibkan pemungutan suara.
(Rahman Asmardika)