Pengakuan Warga Palestina yang Dibebaskan dari Penjara Israel, Dipukuli hingga Diancam Diperkosa

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 01 Desember 2023 21:03 WIB
Pengakuan tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel (Foto: BBC)
Share :

Dia bercerita sepuluh hari yang lalu, penjaga penjara Israel datang ke selnya dengan mikrofon dan pengeras suara, dan mencoba memprovokasi para tahanan dengan bertepuk tangan dan meneriakkan nama mereka.

“Ketika mereka melihat kami tidak bereaksi mereka mulai memukuli kami,” terangnya.

“Mereka mengatur kami sehingga para tahanan tua ditempatkan di belakang dan yang muda di depan. Mereka membawa saya dan mulai memukuli saya. Saya berusaha melindungi kepala saya, dan mereka mencoba mematahkan kaki dan tangan saya,” lanjutnya.

Keluarga tersebut menunjukkan kepada kami laporan medis dan hasil rontgen dari dokter Palestina di Ramallah yang memeriksa Mohammed setelah dia dibebaskan pada Senin (27/11/2023).

BBC mencoba menunjukkan gambar rontgen tersebut kepada dua dokter di Inggris, yang mengonfirmasi bahwa foto itu menunjukkan adanya patah tulang di kedua tangannya. Bagi Muhammad, hal ini bukanlah hal yang mengejutkan.

"Pada awalnya, saya sangat kesakitan. Lalu setelah beberapa saat, saya tahu kalau itu tangan saya patah, jadi saya berhenti menggunakannya. Saya hanya menggunakannya saat pergi ke toilet,” lanjutnya.

Dia mengatakan tahanan lain membantunya makan, minum dan menggunakan kamar mandi, dan dia tidak meminta bantuan medis kepada penjaga karena takut dia akan dipukuli lagi.

Layanan Penjara Israel membantah cerita Mohammed, dengan mengatakan bahwa dia telah diperiksa oleh petugas medis sebelum meninggalkan penjara, dan tidak ada masalah medis yang didiagnosis.

Layanan penjara juga merilis video remaja tersebut meninggalkan penjara dan menaiki bus Palang Merah sebelum dibebaskan, yang dikatakan membuktikan bahwa klaimnya tidak benar.

Dalam rekaman tersebut, tangan remaja tersebut tidak diperban, dan tampak tergantung di sisi tubuhnya – termasuk saat ia naik ke bus – tetapi tidak terlihat di sebagian besar video.

Mohammed memberi tahu kami bahwa perawatan medis pertama yang dia terima adalah di bus Palang Merah.

Laporan medis dari sebuah rumah sakit di Ramallah pada hari dia tiba kembali di rumah menyarankan agar pelat tersebut dipasang, jika patah tulangnya tidak sembuh dengan sendirinya.

BBC meminta Palang Merah untuk mengkonfirmasi cerita Mohammed. "Kami berbicara langsung dengan otoritas penahanan jika kami mempunyai kekhawatiran mengenai kondisi medis para tahanan. Karena dialog ini, kami tidak berbicara secara terbuka mengenai kasus-kasus individual,” terang mereka dalam sebuah pernyataan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya