Pesan ini harus terus didengungkan jelang Pemilu 2024. Dia pun mengajak umat Islam agar merawat demokrasi. Dia tak ingin secara langsung mengajak memilih Capres-Cawapres tertentu. Termasuk dirinya.
"Saya tidak akan menyarankan, menyuruh, pilih siapa. Saudara nilai semua calon yang ada. Memang kebetulan saya menjadi salah satu calon. Silakan bandingkan, kalau enggak ya sudah nggak apa-apa," tuturnya.
BACA JUGA:
Mahfud menegaskan, sesuai dengan fiqih politik negara, rakyat harus memilih wakil dan pemimpin yang bisa dipercaya. Pilihan rakyat jangan karena ada tekanan.
"Jangan karena ditekan oleh Koramil, Polres, Kodim. Kalau ditekan iya-iya aja tapi pas nyoblos, nyoblos yang bisa dipercaya. Boleh saya bicara begitu? Boleh karena ini adalah masa kampanye. Tapi saya kampanye tentang kejujuran bukan mengkampanyekan tentang diri saya," paparnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Malnu Menes, KH Tb Hamdi Maani bersyukur Mahfud datang ke pesantrennya. Tb Hamdi menegaskan, Mahfud datang ke Malnu karena memang warga NU. Menes sekalipun kota kecil, tetapi pernah menjadi tempat Muktamar NU ke-13.
"Bersilaturahmi ke Malnu sekaligus napak tilas. Mengikuti jejak gurunya petinggi NU. Pak Mahfud sirami warga kami wawasan kebangsaan supaya betul-betul menjaga NKRI. Sejarah mengatakan Indonesia tidak akan merdeka kalau tidak ada ulama," pintanya.
Usai dari Ponpes Malnu, Mahfud berkeliling ke sejumlah titik di Provinsi Banten. Salah satunya berkunjung ke sentra UMKM pembuatan emping, sebelum bertolak mengunjungi DPC PPP Kabupaten Lebak.
(Nanda Aria)