Pertemuan tersebut dilakukan di secara terbuka dan dihadiri oleh ratusan relawan, serta menghasilkan sejumlah isu strategis dan diskusi interaktif antara relawan dan Alam.
"Saya menjadi salah satu orang dari banyaknya orang Indonesia yang bisa masuk kamar bapak saya. Saya memposisikan diri sebagai telinga dan mulut bapak saya,"tutur dia.
(Khafid Mardiyansyah)