Short-Selling Melonjak, Israel Selidiki Klaim Investor Saham Sudah Tahu Soal Serangan Hamas 7 Oktober Sebelum Terjadi

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 06 Desember 2023 18:33 WIB
Perang Israel dan Hamas semakin memanas dan korban tewas terus bertambah (Foto: AP)
Share :

ISRAEL - Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki klaim bahwa beberapa investor mungkin telah mengetahui serangan Hamas terhadap Israel sebelum serangan tersebut terjadi pada 7 Oktober lalu.

Sebuah studi akademis menunjukkan bahwa investor yang bertaruh terhadap perekonomian Israel mungkin menghasilkan banyak uang.

Para peneliti menemukan adanya short-selling yang signifikan menjelang serangan tersebut.

Short-selling adalah ketika investor mencoba menghasilkan uang dari saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya yang menurut mereka akan turun harganya.

Mereka mengatur untuk menjual saham yang belum mereka miliki pada harga saat ini, dengan harapan dapat membelinya nanti dengan harga lebih murah sebelum saham tersebut berpindah tangan, sehingga mereka dapat menyimpan selisihnya.

“Beberapa hari sebelum serangan, para pedagang tampak mengantisipasi kejadian yang akan datang,” kata peneliti Robert Jackson Jr dari New York University dan Joshua Mitts dari Columbia University, dikutip BBC.

Mereka mengatakan short-selling jauh melebihi short-selling yang terjadi selama periode krisis lainnya, termasuk resesi setelah krisis keuangan, perang Israel-Gaza tahun 2014, dan pandemi Covid-19.

Para peneliti mengatakan mereka telah mengidentifikasi peningkatan dramatis dalam jumlah investor yang ingin menjual saham perusahaan Israel di Bursa Efek Tel Aviv.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya