Ganjar Punya Slogan Ora Ngapusi, Ora Korupsi, TPN: Diwujudkan Sampai Akhir Jabatan

Irfan Maulana, Jurnalis
Kamis 07 Desember 2023 03:16 WIB
Ganjar Pranowo/Foto: Antara
Share :

JAKARTA - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aris Setiawan Yodi mengaku percaya diri dengan debat Capres Cawapres yang bertemakan Hukum, Hak Asasi Manusia, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi. Tema tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, (12/12/2023).

Menurutnya, pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres Cawapres) Ganjar Pranowo - Mahfud MD memiliki kesamaan dan saling melengkapi di tema tersebut.

 BACA JUGA:

Dia mengatakan bahwa Ganjar memiliki rekam jejak cemerlang dalam penanganan korupsi saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Sebagai gubernur dua periode, Ganjar menggaungkan slogan ‘Ora Ngapusi, Ora Korupsi’ (tidak menipu, tidak korupsi),” kata Aris saat jumpa pers di Media Center TPN Ganjar - Mahfud di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (6/12/2023).

 BACA JUGA:

Aris menekankan, slogan ‘Ora Ngapusi, Ora Korupsi’ mampu melahirkan budaya antikorupsi dan membawa perubahan pada perilaku jujur serta disiplin pejabat serta aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Tengah.

"Slogan itu benar-benar Ganjar wujudkan sampai akhir masa jabatan. Bahkan mobil dinas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dipasangi stiker bertuliskan 'Nek Aku Korupsi Ora Slamet (Kalau Aku Korupsi, Tidak Akan Selamat)'," jelasnya.

Semetara, Mahfud identik dengan pemahaman dan ketegasannya dalam hal penegakan hukum. Mahfud berpengalaman sebagai Menteri Pertahanan (2000-2001), Menteri Kehakiman dan HAM (2001), serta Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013), serta Menko Polhukam.

"Saat ini membuktikan kapasitasnya tidak perlu diragukan untuk memperbaiki penegakan hukum di Indonesia," tuturnya.

Direktur Eksekutif, Direktorat Komunikasi Informasi dan Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Y. Tomi Aryanto, menuturkan bahwa visi-misi semua kandidat Capres-Cawapres bagus-bagus.

 BACA JUGA:

Sebab, visi-misi itu disusun oleh tim yang bekerja dengan masing-masing pasangan calon. Tetapi, ia menuturkan, jangan-jangan ada calon yang tidak mengerti visi misinya sendiri, karena itu diharapkan semua bisa ditampilkan secara menyeluruh dalam debat.

“Jangan lupa, pada debat capres-cawapres di pemilu sebelumnya, ada calon yang tidak tahu apa itu TPID (Tim pengendalian Inflasi Daerah). Padahal hal itu masuk dalam visi misinya,” pungkas Tomi.

Sementara, pelaksanaan debat berlangsung di Jakarta. Berikut jadwal dan temanya :

 BACA JUGA:

1. Debat pertama berlangsung pada 12 Desember 2023 dengan tema Hukum, Hak Asasi Manusia, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

2. Debat kedua berlangsung pada 22 Desember 2023 dengan tema Pertahanan, Keamanan, Geopolitik, dan Hubungan Internasional.

3. Debat ketiga berlangsung pada 7 Januari 2024 dengan tema Ekonomi (Kerakyatan dan Digital), Kesejahteraan Sosial, Investasi, Perdagangan, Pajak (Digital), Keuangan, Pengelolaan APBN serta APBD, dan Infrastruktur.

4. Debat keempat berlangsung pada 21 Januari 2024 dengan tema Energi, SDA, SMN, Pangan, Pajak Karbon, Lingkungan Hidup, Agraria, dan Masyarakat Adat.

5. Debat kelima berlangsung pada 4 Februari 2024 dengan tema Teknologi Informasi, Peningkatan Pelayanan Publik, Hoaks, Intoleransi, Pendidikan, Kesehatan (Post-Covid Society), dan Ketenagakerjaan.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya