Sebab, tak dipungkiri seringkali eksesnya lebih banyak negatif. Maka kalau kawasannya sudah ditentukan, seringkali melebar, menjadi ilegal.
"Maka inilah kenapa saya dengan Pak Mahfud kencang bicaranya. Kalau ini kita tertibkan, kaitannya kan dengan kolusi, korupsi, karena tidak sesuai dengan aturan," ujar dia.
BACA JUGA:
Ganjar kemudian meminta dukungan dari masyarakat termasuk Ketut Wastika dalam hal penegakan aturan. Sebab, tak bisa ditampik ketika ada temuan pelanggaran ternyata dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkaran mereka.
"Yang kaya gitu kira-kira bli ketut, mau ditegakkan apa nggak? Haaaaa," ujar Ganjar.
"Harus," jawab Ketut.
BACA JUGA:
"Pas kita tegakkan teman kita. Gak masalah? 'Pak saya pendukung Pak Ganjar lho', gimana? ," tanya Ganjar.
"Gaspol," teriak peserta yang hadir.
"Gaspol !!! Ini Anda lho yang ngomong ya awas ya. Kalau nanti kita gaspol begitu, saya berharap dari sini akan bisa teriak kita dukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud," ujar dia.
Ganjar menyampaikan cerita pengalaman saat duduk di kursi DPR RI dan Gubernur. Diakuinya, dalam hal pengambilan sebuah keputusan terkadang menjadi sesuatu yang sulit.
"Pak kami pernah memutuskan itu pak. Memutuskan itu, tidak gampang. Ada berbagai cerita. Kita mencoba amdalnya kita perbaiki, mitigasi agar tidak rusak, sehingga orang akan bisa mengerjakan dengan berkelanjutan, sustain," ujar dia.
"Kalau ada dari Bali, Dayak, masyarakat setempat menggunakannya itu dengan kearifan, rasa-rasanya kita bisa memberikan kontrol," sambung dia.
(Nanda Aria)