MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu Presiden Iran Ebrahim Raisi di Moskow pada Kamis, (7/12/2023) sebagai bagian dari diplomasi Timur Tengahnya pekan ini. Diplomasi Putin ini mencakup kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, yang bertujuan meningkatkan profil Moskow sebagai perantara kekuasaan di wilayah tersebut.
Putin menganggap perang Israel-Hamas sebagai kegagalan diplomasi Amerika Serikat (AS) dan menyarankan Moskow bisa menjadi mediator di kawasan Timur Tengah, berkat hubungan persahabatannya dengan Israel dan Palestina.
“Sangat penting bagi kita untuk bertukar pandangan mengenai situasi di kawasan, khususnya mengenai situasi Palestina,” kata Putin saat menyambut Presiden Iran Ebrahim Raisi pada awal pembicaraan mereka di Moskow, sebagaimana dilansir ABC News.
Raisi menekankan perlunya segera menghentikan pemboman Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan ribuan anak-anak dan warga sipil. Presiden Iran itu mengatakan bahwa “seorang anak terbunuh di sana setiap 10 menit.”
“Ini bukan hanya masalah regional, ini masalah seluruh umat manusia,” kata Raisi kepada Putin, seraya menambahkan bahwa “penting untuk menemukan solusi cepat.”
Iran, yang selama ini menjadi pendukung setia Hamas, telah berulang kali memperingatkan bahwa perang yang meletus pada 7 Oktober itu dapat menyebar ke wilayah lain di kawasan.