"Pembahasannya sebatas hanya memohon doa saja, dan beliau menyampaikan bahwa tujuan kesini hanya silahturahmi, tidak lebih dari itu. Makanya durasinya sangat singkat,"katanya.
Sirojudin mengungkapkan pesan Abuya pada pemilu ini, meski banyak perbedaan pasangan dan pilihan dalam pemilu agar dilakukan dengan gembira, jangan sampai ada keributan.
Terkait pilihan Abuya, Sirojudin mengungkap pilihan Abuya dalam pemilu bukan pilihan yang sembarangan Pilihan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan pertimbangan dari Abuya.
"Terutama Abuya sekarang punya wadah Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten. Dan pada pemilu ini diintruksikan oleh Abuya untuk terlibat, dikarenakan apa, salah satunya adalah kita melihat kondisi bangsa saat ini. Perlu ada langkah-langkah strategis kompenen masyarakat terutama untuk memanfaatkan pemilu ini menjadi pemilu yang bisa menentukan arah bangsa ke depan yang lebih baik. Abuya berpikirnya untuk masyarakat, Abuya tidak ada di kekuasaan. Ini menunjukkan konsistensi Abuya bahwa Abuya berpikir hanya untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Dalam mendukung pasangan Ganjar - Mahfud, Sirojudin mengatakan semua itu merupakan hasil diskusi bersama, dan juga masukan dari tokoh - tokoh bangsa dan agama.
"Kami menerima masukan dan saran dari tokoh-tokoh bangsa, tokoh-tokoh agama. Kita kaitkan juga dengan ajaran Baginda Rasulullah, siapa yang memenuhi syarat itu. Contohnya harus jujur, adil, amanah, berilmu. Cukup umur. Makanya, keistimewaan umur 40 itu juga ada diterangkan dalam Al Quran juga," ungkapnya.
"Nah ini menjadi sebuah pertimbangan bagi kami, jadi bukan sebarang kita mendukung," tutupnya.
Sementara itu, di hari yang sama dengan kunjungan Gibran menemui Abuya Muhtadi, sore harinya Kapolda Banten juga diketahui berada di lokasi yang sama. Di foto-foto yang beredar Kapolda nampak ditemani oleh jajaran pejabat kepolisian Polda Banten menemui ulama besar Banten itu. Aparat kepolisian juga terlihat hilir mudik di sekitar kediaman Abuya Muhtadi sejak pagi.
(Erha Aprili Ramadhoni)