GAZA - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Israel tidak berniat untuk tinggal secara permanen di Jalur Gaza dan terbuka untuk mendiskusikan alternatif mengenai siapa yang akan menguasai wilayah tersebut, selama mereka bukan kelompok yang memusuhi Israel.
Gallant mengatakan ratusan anggota Hamas di Gaza telah menyerah atau ditangkap dalam beberapa hari terakhir, termasuk orang-orang yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober lalu.
“Kami telah mengepung benteng terakhir Hamas di Jabaliya dan Shejaiya, batalion yang dianggap tak terkalahkan, yang telah bersiap selama bertahun-tahun untuk melawan kami, berada di ambang kehancuran,” terangnya, dikutip Times of Israel.
“Mereka yang menyerah akan diperlakukan berbeda, dan mereka yang tidak menyerah akan diperlakukan berbeda,” tambahnya.
Seperti diketaui, Israel terus meningkatkan serangan di Gaza. Daniel Hagari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), telah memberikan informasi terkini mengenai operasinya di Gaza, mengatakan militernya telah "meningkatkan" serangan terhadap basis Hamas di Jalur Gaza.
Dia mengatakan IDF akan fokus mencari markas Hamas di Khan Younis, dan akan terus menerapkan tekanan militer sampai mereka menghancurkan infrastruktur Hamas di kota tersebut.