4. Tak Punya Pita Suara
Saat ini, Sultan Rifat juga tidak lagi memiliki pita suara. Akibatnya, untuk berbicara sudah tidak bisa lagi menggunakan mulut. Sebagai alternatif, saat ini Sultan berbicara dengan menggunakan bantuan alat yang disebut digital electrolarynx, di mana penggunaannya cukup ditempelkan di sekitar area leher, dan akan mengeluarkan suara sesuai kalimat yang disampaikan oleh Sultan.
“Luar biasa RS Polri, sangat tanggap dengan anak saya, dengan menyediakan alat bantu bicara tersebut anak saya bisa berinteraksi dengan bicara, meskipun kualitas suaranya seperti robot, tapi ini jauh lebih baik dan sangat menolong anak saya," ujar Fatih.
5. Latihan Berbicara
Saat ini, Sultan juga menjalankan fisio terapi dan latihan untuk berbicara dengan menggunakan napas perut, dengan target waktu 6 bulan diharapkan dapat berbicara dengan teknik nafas perut, dan tidak tergantung lagi dengan bantuan alat untuk berbicara.
“Kualitas suara yang dihasilkan oleh napas perut sedikit lebih baik daripada menggunakan alat digital electrolarynx. Meskipun demikian kami sangat bersyukur Sultan masih bisa berkomunikasi dan lanjutkan kuliahnya,” ujarnya.
(Arief Setyadi )