Berikut 3 penyebab warga tidak meninggalkan tanah airnya.
1. Tempat Mempertahankan Identitas
Mengutip The Washington Post, sebagian orang yang tinggal di Gaza sudah menjadi pengungsi dari berbagai kota dan desa, yang kini berada di Israel dan Tepi Barat.
Meskipun tidak optimis akan kembali ke rumah leluhurnya, sebagian besar menyadari bahwa wilayah tersebut adalah satu-satunya dimana mereka dapat mempertahankan identitas.
2. Tidak Diizinkan Kembali
Warga Gaza khawatir jika mereka meninggalkan tanahnya, mereka tidak diiizinkan kembali menetap di sana. Menjadi pengungsi dan disingkirkan adalah nasib yang diterima sebagian orang.
3. Jalur Penyebrangan Ditutup
Mengutip The Washington Post, pihak Mesir telah menutup jalur penyebrangan untuk mencegah warga Palestina menerobos. Walaupun pemerintah Biden mendesak jalur tersebut kembali dibuka, rezim Jendeal Abdel Fattah El Sisi enggan bertanggung jawab atas ribuan pengungsi.
Kebijakan tersebut dinilai kejam. Walau demikian, hal ini sesuai dengan kebijakan lama. Mesir prihatin terhadap permasalahan warga Palestina, namun tidak ingin masalah tersebut ada di wilayahnya.
Berbagai negara Arab lain menawarkan ragam tawaran. Yordania sudah menampung warga Palestina dan negara lain terlalu banyak.
Warga Gaza tidak dapat pergi karena telah menjadi suatu tragedi. Tentu kejadian ini tidak ada yang menginginkannya.
(Susi Susanti)