WASHINGTON - Israel terus melanjutkan operasi militer terhadap Hamas dan sekutunya selama libur Natal. Sejumlah pejabat di Amerika Serikat (AS) memperingatkan eskalasi ini akan menimbulkan ancaman baru.
Pada malam Natal di Gaza pihak militer Israel merilis video yang memperlihatkan operasi intensif di Gaza utara dan selatan. Israel mengatakan serangannya menyasar prasarana Hamas.
Sementara itu di Khan Younis, warga Palestina, Senin (25/12/2023) mengumpulkan jenazah korban serangan Malam Natal untuk disalatkan dan dimakamkan.
Beberapa minggu terakhir ini banyak negara di dunia yang menyerukan jeda kemanusiaan dalam pertempuran Israel-Hamas supaya dapat mengerahkan bantuan yang sangat dibutuhkan warga sipil di wilayah itu.
Ketika mengucapkan selamat Natal kepada para wartawan pekan lalu, Presiden Joe Biden mengatakan dia telah melakukan pembicaraan panjang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Isi pembicaraan itu pribadi, ujarnya, tetapi ia menegaskan bahwa ia tidak meminta gencatan senjata.
Berbicara dalam pertemuan mingguan kabinet di Tel Aviv, Netanyahu mengkonfirmasi pembicaraannya dengan Biden, dan menambahkan bahwa Israel adalah negara yang berdaulat dan punya pertimbangan masa perang yang tidak bisa didikte oleh tekanan dari luar.
Konflik di Gaza mengancam akan menyebar keluar Timur Tengah dan beberapa pejabat Amerika memperingatkan adanya peningkatan sentimen anti Amerika akibat dukungan Washington bagi Israel, demikian dilansir dari VOA Indonesia.