Pada saat warga Kristen merayakan Natal, sebuah malam yang sunyi menyelimuti kota Bethlehem. Menteri Urusan Pariwisata Palestina Rula Maayah mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“Seluruh dunia merayakan Natal tahun ini, tetapi tidak di Bethlehem. Tidak di tempat kelahiran Jesus Kristus. Bethlehem merayakan Natal dengan kesedihan dan kepiluan karena apa yang terjadi di Gaza dan seluruh Tepi Barat,” komentarnya.
Gereja-gereja Bethlehem tahun ini menggambarkan tema bayi palungan di kandang dengan kawat berduri dan puing, untuk menunjukkan solidaritas dengan warga Gaza.
Pihak berwenang mengatakan jumlah wisatawan tahun ini anjlok drastis, dari 2,3 juta pada September lalu menjadi nol saat ini.
(Rahman Asmardika)