GAZA – Israel mencegat setidaknya 12 roket yang ditembakkan dari Gaza hanya beberapa menit memasuki awal tahun 2024.
Hal ini diungkapkan tim CNN di Tel Aviv yang menyaksikan serangan itu. Sirene terdengar di seluruh wilayah Israel selatan dan tengah.
Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menerbitkan pernyataan yang mengklaim mereka telah membombardir Tel Aviv dengan rentetan roket "M90" pada tengah malam waktu setempat.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Senin (1/1/2024) pagi mengakui tembakan roket tersebut dalam sebuah postingan di media sosial.
“Tahun baru, terorisme Hamas yang sama. Sementara 129 warga Israel masih ditawan oleh Hamas di Gaza, Hamas juga memutuskan untuk memulai tahun 2024 dengan meluncurkan rentetan roket ke Israel. Tidak ada Tahun Baru yang 'bahagia' sampai mereka semua pulang,” kata IDF.
Seperti diketahui, perang Hamas-Israel kian memanas dan terus berlanjut. Juliette Touma dari badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan kepada BBC, banyak pengungsi Gaza yang tinggal di tempat terbuka seperti di taman.
Menurut kantor kemanusiaan PBB (OCHA), setidaknya 100.000 orang telah melarikan diri ke Rafah, yang berbatasan dengan Mesir di selatan Gaza, dalam beberapa hari terakhir.
Touma dari UNRWA mengatakan PBB diberi wewenang untuk memberikan "bantuan terbatas".
Dia mengatakan UNRWA terus menghadapi pembatasan akses terhadap wilayah di Jalur Gaza yang seharusnya kami akses.
(Susi Susanti)