Sementara itu Shih Pi dan Ike Mese yang ada di Kediri diserang secara mendadak oleh gabungan pasukan Madura dan Majapahit, kemudian memperoleh banyak dukungan dari masyarakat sekitar sehingga pasukan Mongol harus melayani serangan terus-terusan. Pasukan Mongol pun terpaksa dipukul mundur dan dibuat kewalahan melayani serangan dari Kediri hingga Canggu.
Karena serangan ini pasukan Mongol hanya bisa bertahan dan mundur supaya tidak menderita kerugian yang lebih banyak lagi. Shih Pi sendiri berpikir dengan jatuhnya Kediri tidak ada lagi tujuan yang harus dicapai oleh pasukan besar ini. Pada perjalanan mundur ke Canggu dilaporkan bahwa kerugian paling banyak diderita oleh pasukan berkuda andalan Mongol.
Medan tanah Jawa yang berawa-rawa dengan di kelilingi hutan membuat pasukan berkuda yang ditakuti di medan perang Eropa ini menjadi sasaran empuk pasukan pimpinan Nararya Sangramawijaya dan Arya Wiraraja tersebut. Dilaporkan tak kurang 50.000 pasukan Mongol gugur di peristiwa ini.
(Awaludin)